jump to navigation

Resensi Prosa ‘Suara Tengah Malam’ April 14, 2009

Posted by perkosakata in Resensi Karya.
add a comment

Oleh Ika Natassa

Suara Tengah Malam oleh Dadun

Penulisan cerpen menurut saya dapat diibaratkan seperti TV spot berdurasi kurang dari 10 detik: pemilihan point of view, jenis narasi, dan packaging cerita harus dapat menarik perhatian pemirsa/pembaca dalam hitungan detik.  Sangat berbeda dengan penulisan novel di mana penulis memiliki celah waktu lebih panjang untuk membangun mood dan menggiring pembaca menuju klimaks cerita.  Titik kesuksesan sebuah cerpen terletak pada momen ketika pembaca tiba di kalimat terakhir dan bereaksi: “That’s it?  I want more!!” Ketika sekelumit peristiwa yang kita angkat sebagai cuplikan pendek ditangkap oleh pembaca sebagai trailer “You think this is good?  Wait til you read more.”

(more…)

Resensi Puisi ‘Fragmen Senja’ April 13, 2009

Posted by ayuprameswary in Resensi Karya.
1 comment so far

Oleh Epri Tsaqib

Fragmen Senja oleh Arfin Rose

Saya senang karena diberi kesempatan berinteraksi dengan kawan-kawan dari kemudian.com yang punya semangat untuk berkarya di dunia maya. Saya juga memberikan apresiasi kepada kawan-kawan panitia Perkosakata 2009 yang dengan konsisten mau menjadi fasilitator kegiatan-kegiatan pembelajaran sastra baik online maupun off-line bisa terus berlangsung.

(more…)

Resensi Prosa ‘Sayang, Aku Menunggumu di Bulan’ April 13, 2009

Posted by ayuprameswary in Resensi Karya.
1 comment so far

Oleh Primadonna Angela

Sayang, Aku Menunggumu di Bulan oleh on3th1ng

Nuansa fantasi dan absurditas terasa kental dalam cerita ini. Penulis seakan bermain-main dengan imajinasi pembaca, mencampuradukkan realitas dengan fantasi.

(more…)

Resensi Prosa ‘Pasupati, Kau dan Aku’ April 13, 2009

Posted by perkosakata in Resensi Karya.
add a comment

Oleh Primadonna Angela

Pasupati, Kau dan Aku oleh Dadun

Kata Pasupati sendiri sudah cukup memberikan gambaran, terutama bagi yang familier dengan Bandung. Dan cerpen yang satu ini memilih menjadikan jembatan layang ini sebagai latar berkembangnya hubungan dua orang manusia.

(more…)

Resensi Puisi ‘Senandung Hujan’ April 13, 2009

Posted by ayuprameswary in Resensi Karya.
2 comments

Oleh Inez Dikara

Senandung Hujan oleh Arfin Rose

Puisi ini sebenarnya cukup disampaikan oleh bait terakhir saja. Dua bait sebelumnya justru malah menghilangkan maksud yang hendak disampaikan—rumit dan membingungkan.

Kutemukan bayangmu tak lagi menjelma riuh gemericik hujan

(more…)