jump to navigation

Resensi Prosa ‘Biarkan Aku Mengharapkanmu’ April 13, 2009

Posted by perkosakata in Resensi Karya.
trackback

Oleh Ollie

Biarkan Aku Mengharapkanmu oleh shinichi

Penulis cerpen ‘Biarkan Aku Mengharapkanmu’ meninggalkan jejak perasaan pribadinya cukup dalam di cerita ini. Dari baris pertama hingga terakhir, begitu terasa penghayatan dalam detail kalimatnya, sehingga kita seperti ikut harap-harap cemas mengharapkan apa yang penulis harapkan.

Namun ada kejanggalan pada tokoh utama pria yang dibuat agak terlalu ‘lemah’ terutama pada bagian:

“Tangisku berderai seiring lolongan kereta api di kejauhan. Tangisku makin keras menyadari kalau waktunya sudah habis. Kereta sudah datang dan Kakak akan pergi. Aku tak mau berpisah dengannya.”

Ketergantungan tokoh yang terlalu membuat seakan-akan ini bukan kesedihan karena berpisah dengan kekasih, namun kesedihan anak yang kehilangan orang tua.

Terakhir, penulis seakan menegaskan tentang cintanya yang sejati dan abadi, dengan menuliskan sebait puisi yang menyayat hati.

“Aku sayang kau dan biarkan aku terus mengharapkanmu. Walau hanya dalam mimpi.”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: