jump to navigation

Resensi Prosa ‘Bermimpi dan Terjaga’ March 31, 2009

Posted by perkosakata in Resensi Karya.
trackback

Oleh Andya Primanda

Bermimpi dan Terjaga oleh someonefromthesky

Singkat tapi lucu.  Ringan tapi dalam.  Sudahkah Anda selesai bermimpi?  Apakah kita hidup dalam dunia nyata atau ilusi?  ‘Bermimpi’ bermain-main sudut pandang, dari manusia ke kucing ke entah sosok berkesadaran apa lagi.  Dalam filosofi ada gagasan solipsisme yang menyatakan bahwa satu-satunya hal yang bisa diketahui pasti keberadaannya adalah akalbudi diri sendiri.  Bisa saja segala hal di luar kita, seluruh dunia, seluruh benda, semua orang di sekitar kita, bahkan persepsi kita akan wujud kita sendiri hanyalah ilusi ciptaan akalbudi kita. Mungkin penulis ‘Bermimpi’ terinspirasi gagasan solipsisme ketika menulis… di dalam ‘Bermimpi’ tokoh utama bahkan sempat mati dalam mimpi, namun hidup kembali ketika sadar bahwa dia hanya bermimpi. Ataukah dia masih bermimpi? Dalam solipsisme, tidak ada yang bisa dipastikan kebenarannya selain keberadaan akalbudi diri sendiri.

Mari kita andaikan solipsisme memang berlaku di dunia kita. Apa yang terjadi? Seluruh hidup Anda adalah mimpi.  Cerpen ‘Bermimpi’, resensi saya, acara yang membuat saya meresensi cerpen tersebut, semuanya hanya mimpi. Lebih jauh lagi, Anda sebenarnya tidak sedang membaca huruf-huruf di layar monitor. Monitor Anda tidak benar-benar ada di depan Anda.  Anda bukan sedang duduk menghadapinya. Anda sebenarnya sedang tidur bermimpi melihat resensi monitor. Mari kita tarik lebih jauh lagi. Anda punya pekerjaan atau rumah? Sebenarnya Anda cuma bermimpi punya pekerjaan atau rumah. Anda punya pasangan yang sangat Anda sayangi? Ah, dalam solipsisme, apa bedanya dia dengan artis terkenal yang menjadi obsesi penggemarnya. Anda merasa Anda mencintai dia dan dia mencintai Anda, padahal itu hanya impian belaka. Anda punya pegangan hidup, suatu hal yang Anda anggap kebenaran mutlak, suatu sosok yang Anda puja? Pernahkah terpikir bahwa semua itu hanya ilusi belaka? Bahwa hal-hal yang Anda anggap kebenaran mutlak ternyata bohong belaka?

Itulah solipsisme, yang disampaikan secara tak langsung lewat ‘Bermimpi’. Gagasan yang sungguh mengerikan andai ia memang benar terjadi. Bisa runtuh dan jungkir-balik tatanan dunia kita dibuatnya.

Bagaimana? Sudahkah Anda bangun? Masih percayakah Anda bahwa Anda benar-benar manusia? Ataukah kita sama seperti Niko dan Cipu yang akhirnya tidak yakin mereka itu benar-benar kucing? Selamat menikmati kebingungan🙂

8/10

Comments»

1. KD - April 1, 2009

yang ini keren

2. dadun - April 14, 2009

hooh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: