jump to navigation

Resensi Prosa ‘Anak Perempuanku Belum Pulang’ March 31, 2009

Posted by ayuprameswary in Resensi Karya.
trackback

Oleh Andya Primanda

Anak Perempuanku Belum Pulang oleh ophelia

Setelah selesai membaca, kata-kata pertama yang muncul di kepala saya adalah “Kok cuma sampai situ?”

Awal cerpen yang beralur lambat seolah menjanjikan pembahasan yang lebih panjang soal kisah si anak perempuan yang pergi ke kota.  Tapi di pertengahan sampai akhir, tiba-tiba alurnya berubah jadi sangat cepat.  Padahal saya sudah penasaran mengenai bagaimana nasib si anak perempuan.  Sayang penulis malah mempercepat dan menyingkat cerita sehingga kesannya cerpen ini terburu-buru diakhiri.

Gagasan yang diangkat di paragraf terakhir, ketika si bapak berandai-andai bahwa anak perempuannya tak perlu merantau ke kota karena kampungnya, sebenarnya menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.  Saya sendiri tinggal di pinggir kota pada sebagian besar hidup saya (sejauh ini), dan menyaksikan sendiri bagaimana kota besar menyebar dan merambah daerah-daerah di pinggirnya, mengubah desa menjadi kota.  Dari berubahnya kehidupan masyarakat di sana, tentunya banyak cerita yang bisa disampaikan.

7/10

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: