jump to navigation

Resensi Prosa “33” March 2, 2009

Posted by ayuprameswary in Resensi Karya.
trackback

Oleh Andya Primanda

33 oleh rey_khazama

Judul ‘33’ tidak menjelaskan apa isinya.

Judul yang tidak jelas memang satu piranti sastra. Sementara orang bisa langsung tahu apa isi buku berjudul “30 Tahun Revolusi Indonesia” atau “Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya”, penulis bisa saja memancing ketertarikan pembaca dengan judul-judul tak gamblang seperti “Saman”, “Arus Balik” atau “Madilog”. Namun sekadar menaruh “33” sebagai judul rasanya masih kurang untuk menarik minat pembaca. Banyak variasi angka lain yang lebih mudah memancing keingintahuan pembaca seperti “234”, “2012”, atau “69”, sementara “33” sebagai judul tidak seistimewa itu. Apalagi ternyata dalam cerpen, penjelasan mengenai makna “33” biasa-biasa saja.

Berikutnya mengenai pengerjaan. Awalnya saya kira penulis berusaha menyampaikan pesan dengan mengkapitalkan “Aku” dan “Dia”, juga mentidak-kapitalkan huruf pertama “tuhan” dan “rasul”. Awalnya saya kira penulis mau menyelipkan kesan individualis, kepongahan seseorang yang kecewa dengan ilahi. Awalnya.

Tapi ketidak-konsistenan penulis menggunakan semua itu membuat pada akhir cerita saya hanya menganggap “Sepertinya dia salah ketik.” Yang lebih tidak membantu penulis adalah karena cara penulisan “33” terkesan tidak serius. Hitung saja berapa kalimat dengan awal “Kenapa” yang tidak diakhiri dengan tanda tanya. Pemilihan kata yang serampangan (spionase, ‘tuk, dimana, kemana, sangkin).

Bahwa pada akhir cerita penulis berusaha memberi alasan semua kesalahan penulisan itu dengan mengungkapkan bahwa tokoh “Aku” itu pasien rumah sakit jiwa, tidak meyakinkan saya. Apalagi karena kalimat terakhir dari tokoh perawat yang tidak gila juga tidak ditulis dengan baik. Perawat yang waras dan menghormati pembacanya akan berkata: “Iya Mbak. Sarapan dulu, ya?”

Bagi penulis, cara Anda menulis menunjukkan seberapa serius Anda dalam berkarya. “33” dalam bentuk seperti yang saya terima terkesan sebagai karya yang tak serius. Perhatian pembaca teralihkan dengan banyaknya keanehan dan kelemahan dalam teknik penulisan. Sayang sekali. 3/10.

Comments»

1. rey_khazama - March 2, 2009

terima kasih atas resensinya.
rey akui penjelasan dan penilaian resensor memang bagus. pedas namun berbobot, tak ada yang salah, dan bisa diterima.
akan rey jadikan bahan pembelajaran untuk cerita selanjutnya.
33. hm……

2. KD - March 6, 2009

betapa sadis caramu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: