jump to navigation

Opening Perkosakata 2009 February 24, 2009

Posted by ayuprameswary in Liputan.
trackback

Laporan oleh Chau

Hari: Ahadnya Minggu
Tanggal: Februari di angka favorit, dua puluh dua.
Tempat: Cafe Darmint, Tebet Utara I. Berkenalanlah dengan soto gebrak Tebet atau Warteg Warmo Tebet, maka menuju Darmint bukanlah hal yang sulit.
Pembicara:

  • Om Dedy Tri Riyadi dengan buku antologi puisinya yang berjudul “Sepasang Sepatu Sendiri Dalam Hujan”.
  • Mas Epri dengan buku puisinya “Ruang Lengang”
  • Winna Efendi dengan novel terbarunya “Ai”

Moderator:
Windry Ramadhina
Waktu:
– Untuk panitia

Dikabarkan jam sembilan pagi di sana. Jam sembilan pagi ada tiga panitia di sana, yaitu Miss worm, Chau, dan Arya. Daripada duduk sedangkan angin lagi enak buat tidur, jadilah kami mengatur para kursi dan meja.

– Untuk peserta
Dijadwalkan jam satu siang di sana dan jam lima kami pulangkan kembali ke rumah masing-masing dengan modal kendaraan masing-masing peserta *bukan panitia*.

Menuju jam satu siang:
Mengisi tas hitam-orange pemberian gagas dengan notes ala Plangi yang dibeli Miss worm dan Chau. Si notes diselipkan pembatas buku ala kemudian.com yang dibawa oleh Ima. Kemudian dimasukkan buku jaman dulu, Bibir dalam pispot-nya Hamsad Rangkuti dan atau bukunya Taufik Ikram Jamil. *Semoga gak salah nulis*. Isi gudibeks selanjutnya adalah bukunya mba Windry dan atau bukunya Winna. Jumlah gudibek ada delapan. Tiga untuk pembicara, Tiga untuk penanya terbaik pada saat sharing, satu untuk yang jago mecahin es dengan cara mengeja huruf, dan satu lagi hadiah yang dipilih sungguh secara tidak sengaja oleh jarinya Fortherose dan Chau.😀

Pemecahan es dimulai dengan mengeja huruf yang dipakai untuk nama masing-masing. Riweuh. Heu euh, riweuh. S-a-y-y-i-d-a-h / C-h-a-u-l-a. Enak banget kalik yak kalo namanya cukup A-d-i-n-d-a. Dan gak enak banget kalik yak kalo namanya N-u-r / A-i-s-y-a-h / G-h-a-i-d-h-a / S-a-l-s-a-b-i-l-a / M-a-n-g-k-u-b-u-m-i. Oh hayo hayo mari berfikir lagi untuk memberikan nama kepada anak dengan alasan unik dan jamannya nama itu puanjaaang.

chaa sedang konsentrasi ^^

chaa sedang konsentrasi ^^

Pembacaan puisi milik om Dedy TR oleh Chaa. Hem hem hem…dari orang masih sepi sampai orang banyak kerjaannya Chaa itu udah Aaaaa-Iiiii-Uuuuu-Aaaaa. Gitu deh pokoknya mah. Baca puisi selesai..prok teprok juga selesai. Mba Anne lanjut dengan baca Ai. Gak sebuku yang pasti tapi sesi ini dimasukkan panitia ke pembahasan setelah acara.

Sharing. Perlu pinjam catatan moderator dong nih, secara saya cem setrikaan yang kerjanya bolak-balik-bolak-balik. Di dalem ruangan juga penuh mrenuh dan gak terlalu adem suredem. Duduk di tangga bersama mba Ayu adalah posisi wenaks karena lantai tangganya dingin. Kemudian saya dan mba Ayu hijrah keluar karena harus menyalin salah satu puisi om Gunawan di dalam buku Perasaan-perasaan yang menyusun sendiri petualangannya. Awalnya saya dan mba Ayu berfikir, petualangan puisi yang akan kita salin gak panjang rutenya. Oh ternyata sekitar empat-lima halaman. Batalin nyalin deh batalin.

Jadi naskahku lewat penerbit atau indie, ya, sebaiknya?

Jadi naskahku lewat penerbit atau indie, ya, sebaiknya?

Katanya kalau tulisan kita dicetak sama penerbit ya untung-rugi jadi tanggung jawab penerbit. Kalo dicetak indie ya mari ditanggung sendiri. Kalo Antologi yak enaknya modal gak sendiri..gak enaknya hasil dibagi-bagi. Heu euh atuh. Kalau mau nulis cerita itu bikin dulu kerangkanya *tuhh..ke-rang-ka*. Kalau mau nerbitin buku puisi yak gak ada pakemnya juga bahwa tu puisi udah pernah duduk di Kompas. Heu euh atuh kagak kudu. Kalau memang ada kesempatan dan bisa untuk menerbitkan, ya terbitkanlah. *tuhh…poin juga tuh*😀

Sharingnya selesai. Chaa yang kali ini ditemani Krishna membacakan puisi milik om Gunawan. Hedeuh ada bahasa jawa-nya yang saya sama sekali kagak ngerti meski udah diartiin. Emang udah OOT pada dasarnya. Selesai baca puisi ada Heri yang mempromosikan prosa sendiri. Apa Her judulnya? Sisir bukan yak?. Heri selesai dan panggung diambil alih oleh Mirza yang menyetor hafalannya semalaman untuk dipersembahkan pada hari Minggu ini. Itu kenapa Mirza tidur jam tiga, menghafal sambutan boook dianya. Oh yak ada Tedjo yang baru mengisi buku tamu di jam ini.😀 Padahal mau ditodong baca prosa tadinya mah, jadi batal dah. Mirza juga tidak lupa mengumumkan bahwa di Opening Day Perkosakata kali ini tidak akan ada pelepasan balon karena isu global warming. Peletusan balon juga tidak akan ada karena isu beberapa orang yang begitu anti mendengar suara balon pecah. *Liriklirik*. Akhirnya Perkosakata 2009 dibuka dengan tepukan tangan meriah para hadirin semua.

Keluar dari jam satu siang, di sekitar jam lima sore:
Acaranya selesai, saudara-saudara. Alhamdulillah sukses. Panitia berbahagia. Beberes hayo beberes. Tinktonk tinktonk…Mirza mengumumkan rapat sore ini juga. Percayalah panitia, kalian masih punya banyak PR ke depan sana. Masih ada acara sekian jadwal online dan sekian jadwal offline. Mari BERSEMANGAT!!! Chiayouuwwww.

Maghrib dan setelahnya:
Pulang. Darmint sepi mrepi kembali. Hanya tersisa beberapa orang yang duduk bareng. Mengopi, menyemil pisang goreng dan lumpia, sedikit brainstroming dan banyak bergosip :p

*Gambar dan foto milik Ima dan Heri

Comments»

1. Winna - February 26, 2009

Seru🙂 baca laporannya juga seru, Chau.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: